25 Maret 2008
Friday, March 28th, 2008Ya Allah….
Inilah keputusan yang paling penting dalam hidupku…..
Keputusan terbesar
Ketika ikrar itu diucapkannya sebagai rasa setianya….
Ya Rabb…..Alhamdulillah…….
Akhirnya aku menempuh ibadah ini….
Ya Allah….
Inilah keputusan yang paling penting dalam hidupku…..
Keputusan terbesar
Ketika ikrar itu diucapkannya sebagai rasa setianya….
Ya Rabb…..Alhamdulillah…….
Akhirnya aku menempuh ibadah ini….
Alhamdulillah akhirnya selesai juga kuliahku. Itulah kalimat
yang selalu menghiasi benakku di Sabtu yang sangat sejuk. Yupz… tanggal 1 Maret
2008, tepatnya pada siang hari aku akan di wisuda menjadi sarjana.
Kini ketika kaki ini hendak melangkah memasuki sebuah gedung yang sebenarnya
tidak asing bagiku, bayangan selama beberapa tahun kuliah itu tiba-tiba muncul.
Mulai kejadian pertama kali aku masuk kuliah, hingga ketika aku harus
menghadapi ujian skripsi. Kemudian satu per satu wajah sahabatku hadir dalam
benakku. Mulai dari bayangan sahabatku sejak awal perkuliahan dan seiring
berjalannya perkuliahan, hingga wajah-wajah temanku yang masih berjuang di
kampus. Uhhh… jika tak malu dengan teman-teman yang lain ingin rasanya mata
ini mengeluarkan air mata yang sesungguhnya tak mampu lagi kubendung.
Sekelumit kemudian Wie teman seperjuanganku hadir di belakangku, sapa hangatnya
sudah tak asing lagi bagiku. Nyo…(panggilan akrabnya buatku) akhirnya kita
lulus juga….. Aku hanya dapat berkata pelan, “iya”. Sungguh aku tak mampu lagi
menahan air mata ketika salah satu sahabat terbaikku ini berada di hadapanku.
Bagaimana tidak, mulai dari awal perkuliahan, awal kita memulai kerja di
perkantoran selalu bersama hingga sekarang diwisuda bersama, bahkan ada salah seorang
teman yang mengatakan “Kalian berdua cocok banget yaa, apa-apa selalu berdua,
sampai lulus bisa bareng”.
Kabut yang meyelimuti hati ini masih saja tak beranjak pergi, mengenang
bagaimana aku yang biasa mengikuti perkuliahan di kampus harus meninggalkan itu
semua hari ini. Dan acara wisuda pun dimulai, seluruh wisudawan mengikuti
jalannya acara dengan khidmat, tibalah pada acara puncak yaitu pengukuhan
sarjana. Jurusanku mendapat kesempatan pertama dipanggil dan aku ada pada
urutan belakang sebelum sahabatku untuk dipanggil. Satu per satu anak tangga
mulai aku pijak, dan ketika wajahku menatap tiap anak tangga, kemudian di
benakku hadir wajah kedua orang tuaku yang saat itu duduk di balkon atas.
Hmmm….. dua sosok insan yang aku takkan pernah mampu untuk membalas jasa
baiknya, sosok yang selalu mendukung segala aktifitasku ketika di kampus, dua
insan yang tak pernah menghalangi langkahku untuk melakukan kegiatan apapun
demi menunjang keberhasilan kuliahku. Dua orang yang selalu memberikan apa yang
aku butuhkan, cinta, kasih sayang, perhatian, tenaga, do’a, apapun yang aku
pinta maupun tidak.
Namaku, dipanggil langkahku menuju untuk menerima ijazah dan kemudian kuncir di
topi wisudaku dipindah dari kiri ke kanan. Aku pun menuruni anak tangga dan
hendak kembali ke tempat dudukku semula, tapi di tengah-tengah langkahku harus
terhenti karena, para dosen kampusku yang duduk di pinggir menghampiriku dengan
senyum hangat dan satu-satu dari mereka mengucap selamat padaku. Ahh lagi-lagi
aku mendapat kebahagian yang luar biasa di hari wisudaku, seolah seluruh orang
yang mencintaiku ikut merasakan bahagia seperti yang aku rasakan.
Kini aku harus berhadapan dengan dunia yang baru, dunia yang mungkin
tantangannya lebih dahsyat lagi, dunia yang di dalamnya sangat banyak terdapat
benturan idealisme dengan realiata yang ada. Tapi untuk itu semua aku yakin
Allah akan selalu bersamaku.
Selamat kepada sahabat-sahabatku di kampus STMIK Bandung Bali " Emma, Eka, Linda, Ocha dan Dwi yang telah
menjadi sarjana. Untuk teman-teman yang masih di kampus tetap istiqomah dan
jangan pernah menyerah Untuk para dosen, karyawan, terima kasih atas semangat dan do’anya, untuk saudara-saudaraku Novi dan Fitri, Orang Tuaku "Abah dan Ummi", Untuk "Abi" yang telah berjasa untukku ini selama aku menjalani perkuliahan
terima kasih atas cinta dan do’anya untukku….